Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2013

Pencemaran Citarum

9.  Begitu pula untuk kasus 2 “Pencemaran Citarum di Fase Terberat”, bagaimana opini anda ?
Jawab: Berkembangnya industri tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dampak negatif, adanya pencemaran adalah salah satunya. Limbah yang tidak dikelola dengan baik, akan merugikan lingkungan. Oleh karena itu diperlukan tindakan tegas dari pihak yang berwenang seperti, PEMDA untuk membuat aturan yang ketat, dengan penyidikan berkala untuk memantau dijalankannya pengelolaan limbah dengan baik. Sehingga kerugian tidak akan menimpa masyarakat. Seperti pada artikel diatas, menurut saya kurangnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah setempat terhadap pemilik pabrik, yang letakknya di wilayah Citarum, mengakibatkan terlambatnya pemberitahuan kepada warga bahwa Citarum sudah berada pada fase terberat, atau dikategorikan beracun. 

Pelayanan Air Minum dan Pencemarannya

8.       Pelajari kasus 1 “Pelayanan Air Minum Jakarta dan Pencemaran Air”. Berikan pendapat anda !
Jawab: Terbatasnya air bersih di Jakarta  akibat adanya pencemaran air, membuat warga jakarta yang memakai pelayanan PDAM sebagai pilhan utama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Namun kondisi pelayanan yang diberikan oleh PDAM belum begitu memuaskan, warga mengaku air masih keruh dan berbau tidak sedap. Kualitas air sendiri sebetulnya lebih dipengaruhi oleh aktivitas manusia di lingkungan tersebut. Begitu juga dengan kebersihan dan pengelolaan limbah yang dilakukan oleh para pengelola industri yang membuang limbahnya ke DAS. Dibutuhkan kesadaran akan terbatasnya air bersih, dengan bertindak, bukan hanya komplain pada PAM.

Adaptasi Manusia dengan Pemanasan Global


9.      Simak studi kasus dengan judul “Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk beradaptasi dengan dampak ekstrim pemanasan global ?” (Kasus 2), berikan pendapat saudara !
Jawab: Pemanasan global akan mengenai semua negara tanpa terkecuali Indonesia. Sebagai negara yang hidupnya sangat bergantung pada sumber daya alam, cara yang tepat dalam mengatasi dampak globalisasi adalah beradaptasi. Kemampuan adaptasi perlu didukung oleh pemerintah dan organisasi lingkungan, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai berbagai dampak pemanasan global tsb.

Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

7. Tuliskan opini anda mengenai Hutan Desa sebagaimana studi kasus pada bab ini !
Jawab:
Dalam kasus “PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS MASYARAKAT”, menurut saya merupakan pilihan yang benar dari latar belakang yang disajikan. Karena pada saat ini jika semua kendali, di pegang oleh pemerintah sentral, kasus – kasus seperti ini seperti kurang diperhatikan, walau dalam kampanye yang dilakukan mereka gencar dalam menyuarakan “pelestarian hutan bersama”. Peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah kabupaten adalah hal terpenting dalam pelestarian hutan. Ini merupakan alternatif model pengelolaan hutan kolaboratif yang berbasis masyarakat adalah sebuah tawaran solusi untuk menjawab persoalan kerusakan hutan tersebut. Hutan Desa adalah kawasan hutan negara yang masuk dalam wilayah desa tertentu dan dikelola serta digunakan untuk kesejateraan masyarakat desa. Selain itu berbagai stakeholders yang memiliki kepentingan pada hutan desa baik pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi maupun LSM juga dilibatkan. Dengan berbagai kegiatan, meliputi pendampingan masyarakat dalam meningkatkan potensi dan kemampuan mereka dalam mengelola hutan, advokasi hukum dalam mengelola hutan, penelitian untuk mendorong proses pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dilakukan secara partisipatif, dan pengembangan Pusat Informasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai media informasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan sekaligus membangun kesadaran akan artinya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Hutan Tanaman Industri

6.     Bagaimana pendapat anda mengenai Hutan Tanaman Industri (HTI) ? 
Jawab:  HTI merupakan usaha hutan tanaman untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan slivikultur sesuai dengan tapaknya, dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil kayu maupun non kayu. Pelaksanaan HTI yang berhasil dapat memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar HTI. Sebagai resapan dan penyimpanan air, sehingga bahaya banjir dan erosi, serta kekeringan akan dapat dikurangi. Pada praktiknya, diperlukan pengawasan khusus terhadap perusahaan – perusahaan yang mempunyai HTI. Karena hal ini akan sgt disayangkan apabila, perusahaan tersebut hanya memanfaatkan pada pengambilan hasil dari HTI tersebut, tanpa melakukan penanaman kembali.
Sumber:
Modul 3 Kerusakan Hutan Tropis, Ir. Atep Afia Hidayat